Hmmmmh :))
Ceritanya baru sampai rumah. Habis mudik dari rumah orangtua. Kalau kata abi tadi...ini hari yang melelahkan. Hehe iya sih betul, tapi aku bersyukuuur banget dibalik kelelahan ini. Masih sempet silaturahim ke orang tua. Even perjuangannya butuh effort tinggi, dari segi waktu, tenaga, biaya...tapi senenh rasanya bisa memuliakan mereka. Bikin mereka bahagia dengan cara yang sederhana semampu kami saat ini.
Biasanya setiap kami mudik, abi ambil cuti setengah hari supaya bisa lebih awal berangkat. Dari kantor, abi ambil kendaraan dulu ke kosan my sistur. Lalu, baru jemput aku & malik. Loading barang dan berangkat. Pulang nya cukup struggle nih hehe, ketika kami sampai rumah loading barang, lalu iatirahat sebentar. Ngga lama melanjutkan perjalanan kekos my sistur untuk taruh kendaraan. Dan kita menuju MRT farmawati, dengan tujuan ke kantor abi di senayan untuk ambil kendaraan yang abi parkir di kantor.... masyallah sungguh melelahkan bukan😄👍. Belum lagi naik turun tangga stasiun MRT yang super tinggi sambil gendong anak 11kg. Ajkh abiii my super daddy♡
Bentar ya agak melenceng dari judul. Intro nya kepanjangannn hehe. Jadi pas mudik kemarin aku cukup dapat pelajaran berharga..
Ada kisah sebuah rumah tangga yang cukup membuatku ber instropeksi diri. Ngga sengaja aku dengar suatu pembicaraan seorang istri yang sedang bercerita & konsultasi tentang rumahtangganya. Jujur sejak awal pertama aku kenal wanita ini agak berbeda, karakter sifatnya memang kurang friendly seperti saudara di sekitar rumah lainnya. Saat disapa/senyum tidak ada respon... hmm awalku dalam hati "idiiih mbaknya soms amad" wkwk kesel lho ga direspon tuh..
Tapi makin kesini aku tau oh karakternya memang begitu. Dan dia punya banyak beban yang dipikul. Padahal untuk fisik nya dia cantiiiik. Sudah memiliki anak juga.. yah aku fikir ada sosok keibuannya tapi yasudahlah menurutku sifat setiap orang beda beda. Nahh kembali ke cerita tadi. Jujur...masalah & cobaan yang dia hadapi sungguh masyallah. Tapi dia mampu bertahan, dia seorang istri pekerja tunggal dikeluarga. Penopang hidup keluarganya, tapi aku sendiri ngga terlalu banyak dengar cerita tsb. Tapi aku dapatkan intinya...
Aku tau suami dari wanita tersebut, dan langsung DEG saat mendengar ceritanya. Intinya masalah mereka sudah lama, dipendam, mencoba bertahan, konsultasi lalu menyerah dan kembali.lagi bertahan. Dan akhirnya si suami tsb juga diuji kesetiaannya, ditengah istrinya berjuang mencari nafkah tunggal. Ya Allah.....dunia..dunia..dunia
Istri nya sudah menyerah tidak bisa bertahan lagi...
Sudah tidak kuat.. tapi suaminya pun juga tidak ridho untuk melepaskannya.
Tidak ada yang mau mengalah...keduanya kekeuh😭😭😭
Saat aku denger ini. Aku cuma mikir, hows their children feeling😭.. gimana anak2 mereka, tau ngga ya masalah ini. Mereka lagi berkembang butuh rumah yang environment nya sehat. Butuh orangtua yang harmonis kompak untuk bisa meramut mereka😭.
I knowwww....its not abt my business. Tapi cerita ini jadi pelajaran berharga buatku. Reminder untuk hidupku..pengingat dimana adanya surgaku😭 ya saat ini ada di suamiku..
" Yaa Alllah... jadikanlah suamiku menjadi suami yang terbaik untuk bisa membimbingku dengan sebaik2nya menuju surga Mu, jadikanlah aku istri yang soleha yang selalu mendapatkan ridho suamiku. Selalu disaksikan baik oleh suamiku. Mampu membahagiakan suamiku sampai tutup ajal kami dalam keadaan khusnul khotimah dengan penuh ridho suamiku "
Sebelum denger cerita itu, beberapa hari sebelumnya aku bikin kesel abi.. suka nangis kalau lagi sedih/capek dan itu nangisnya malem2 pas abi udah tidur nyenyak jadi keganggu.
Sampai kadang subuh kita telat karna bangun kemaleman denger aku nangis dan kita jadi diskusi debat panjang dengan ke egoisanku. Dan abi selalu coba mengalah dan minta maaf
" Ya Allah.....berikan lah kebaikan kebaikan suami hamba yang selalu muncul dimata hamba"
Aku minta maaf ya abi yang belum bisa sama sisi dalam hal penyesuaian. Kadang ego ku masih tinggi sekali...belum dewasa. Padahal kelebihan & kebaikan abi jauuuh lebih banyak dibandingkan kekurangannya yang seharusnya aku bisa pahami dan terima. Karna abi selalu menerima aku apa adanya, tanpa menuntut hal apapun. Abi selalu mencoba mengerti apa kemauanku, jalan pemikiran dan saran saranku. Abi selalu coba perbaiki & berusaha beri yang terbaik apa yang aku minta...
Sy........contohlah abi. Minta sama Allah. Supaya jangan kalah sama ego mu, minta selalu sama Allah supaya bisa selalu menjadi istri yang selalu bersyukur da mendapatkaan ridho nya Abi, karna disitu letak surga mu.
♡ abi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar