Selasa, 05 September 2023

again and again...but Thanks to Allah

 ya. Lagi dan lagi....

3hari yang cukup berat bagiku bergerumul dengan pikiran hati . Entah kenapa 3 hari ini pikiranku jauh berjalan kesana kemari tak tau arah tujuan.....sedih ya aku sedih. bingung lebih tepatnya, bingung dengan diriku sendiri. 


Jadi sejak saat orgtuaku memberikan pressure (maaf aku menyebutnya dengan pressure karena kami betul betul dalam tekanan yang tak dirasa). Beberapa bulan terakhir ini, selalu ditanya dengan todongan pertanyaan & juga sindiran serta todongan, hmm sungguh untuk mengingatnya bahkan sangat terasa berat. Kadang kalau cerita pun masih gemetar, sudah 2x bangun tidur siang dengan jantung berdetak kencang dan nafas tersengal sengal tiap ada kejadian yang seperti itu terulang. Sungguh aku takut, aku  seperti butuh pertolongan psikolog, karena kejadian berulang seperti ini membuat mentalku jadi ngga sehat. 


Maaf alur ceritaku terpotong potong atau mungkin maju mundur. Tapi aku akan tetap mencoba menulis dengan upaya terapi ku mengeluarkan semua unek unek beban yang ada. 


Singkat cerita, setelah anak kedua ku lahir 3 tahun kebelakang ibuku sudah tidak lagi menanyakan / menyuruhku untuk bekerja lagi. Tapi beberapa bulan kebelakang ini mulai menyuruh bahkan semakin "memaksa" dengan motif memotivasi kalau dilihat positif nya. Namun aku rasa ini sudah betul betul tidak sehat untuk kami, ya tidak hanya aku tapi juga adik perempuan ku seorang dokter muda, yang sedang hamill. Ibu ku rajin menelpon kami setiap hari, ya kami telpon memang setiap hari. Tapi akhir2 ini topik yang dibahas tidak jauh dari harta, kekayaan, pangkat, jabatan :)


Jujur kami sangat termotivasi dan semangat jika semua itu disampaikan melalui saran yang baik dan juga doa. Tapi...bagaimana jika yang dilakukan seperti ini. Hampir setiap saat telp, setelah melihat orang lain berhasil sukses/punya asset ABC, kemudian telepon anak anaknya menceritakan hal itu dan...

" kamu tuh buka usaha gitu lho, seperti ini...ini...ini. Kamu ngelamar kerja dimana gitu lho, biar tabungannya banyak beli ini ini ini "

" kamu habis lahiran daftar ke RS gitu, nanti cari mbak yang jaga anak, di RS kan gaji nya gede. kalau di klinik gaji nya kecil"

" kamu tuh banyak doa, apa jangan jangan kurang sodaqoh.....biar dilancarin rejeqi nya gitu lho, "

" kamu tuh jangan nyanyi nyanyi di share di IG. malu kalau dilihat orang ngaji"

GATAU AJA KAN GW HAMPIR GILA KARENA OT TOXIC , jadi itu salah satu cara gw ngeluarin ekspresi dengan nyanyi. stress gw banyak berkurang

" itu anakmu diajak jalan jalan gitu lho kemana gitu dll.....kasian ga pernah diajak kesini sini"

ga lama ku ajak ke waterboom & taman safari

" kamu jangan boros boros lho..uang nya ditabung jangan gampang beli ini itu"

---_____---

sampai sampai adek ku beli mesin cuci perlengkapan RT aja ngga berani bilang ibu, karena nanti daripada dikatain boros. huffffh sedih kasian... ga beli apa apa dikira gapunya uang nanti salah lagi di pressure lagi. Kalau berbagi kebahagiaan dikit disuruh jangan buang buang uang...yaAllah gusti ku harus bagaimana.

Padahal saat aku ngobrol sama adek, adeku ini hatinya baik sekali, disakiti oleh kata2 ibuku ber kali kali pun tetap istimewa dihati kami, selalu merindukan "pulang" . Masih berusaha tidak menjelekkan atau berusaha "aku tidak apa apa" atau bahkan "sudah sangat terbiasa" diperlakukan seperti ini. Justru menurutku ini yang bahaya, dia bukan sepertiku yang bisa mudah ber ekspresi ketika tertekan sedih atau kecewa, beda dengan adikku menyimpan sendiri .

Beberapa kali aku mecoba mencerna semuanya, berproses dengan semua jalan qodar yang Allah berikan saat ini. Mencoba berdamai dengan segala watak karakter dan sikap ibu yang jujur sangat sangat menyakitkan hati kami, aku paham betul maksud dan tujuan ibu sangat baik, tapi..

ibu tak sekalipun memberikan kami kesempatan untuk membiarkan kami tumbuh berdiri sendiri, dengan segala keputusan yang kami ambil, semua harus dengan persetujuan dan interupsi..

ibu tak sekalipun mencoba memahami keadaan kami yang saat ini kami syukuri. Jujur aku dan adik ku saat ini sudah dititik bersyukur menikmati hidup dengan keluarga kecil kami masing masing bahagia alhamdulillah, mensyukuri apapun yang Allah beri. Tapi maaf kenapa kata kata ibu membuat kami bimbang atas rasa nikmat dan segala sesuatu yang sudah Allah beri saat ini? 

aku selalu berdoa minta supaya Allah menjaga rasa syukur ku ini, kami bisa mencari jalannya syukur, tidak kufur akan nikmatnya Allah.

Yang ibu inginkan kami harus minimal seperrti dirinya, dititik yang settle menurutnya. sehingga bisa memenuhi standar kekayaan versinya, memiliki asset asset yang bisa membuat tenang menurutnya,

Tapi maaf bu, cara bahagia dan kekayaan buat kami ternyata berbeda. Bagiku hidup tenang tanpa ada beban, kecemasan akan sesuatu hal dan memiliki anak anak yang soleh bahagia lahir batin tanpa meninggalkan luka / trauma pengasuhan dan pasangan yang menjadi support sistem ketika aku hilang arah, dengan segala kesibukannya dia menyempatkan waktu ada untuk duduk disampingku, menenangkanku dan membantu berfikir untuk mencari solusi dari kebingunganku itu sebuah rezeqi yang tak ternilai dengan asset apapun, karena bagiku keluarga yang sehat dan saling supoort itu adalah modal bonding yang kuat untuk memudahkan achieve goal bersama nantinya. 


iya. Abi trimakasih ya, sudah mengerti keadaanku. Menerima semua kekuranganku dan keluargaku. Tak mudah menjadi abi yang harus menghadapi efek pengasuhan dari mertua yang memiliki karakter seperti ini. Bahkan impact psikis ga hanya dirasakan oleh kami anaknya, tapi juga mantu mantu nya. 

Setelah beberapa hari aku baru sadar keadaan ini. Jadi 1 atau 2 minggu lalu aku berfikir keras tentang usaha apa nih yang akan aku bikin, supaya aku bisa produktif lagi, berdaya lagi. Tapi aku mencoba menyelesaikan nya semua sendiri tanpa diskusi dengan siapapun. karena kalau aku mulai usaha baru butuh modal yang tidak sedikit, sedangkan dulu aku udah minta modal freezer ke abi. Jadi dengan mudahnya aku menyimpulkan ok aku mau melanjutkan jualan frozen food aja, akhirnya aku mulai ngobrol sama abi, respon diawal memang kurang excited jadi kita sempat berdebat cukup alot dan berakhir nangis karena aku ngerasa ga disupporrt aja sama abi, berasa jalan sendirian. singkat cerita, aku beli sebagian stock yang aku perlukan ujug ujug dateng tuh stock makanan, kaget abi belum kasih modal udh dateng aja. Hehe maklum lah istrinya ini emang sat set sat set a.ka ga sabaran jadi buru buru maunya. Lalu malemnya pas banget aku mau transfer sisaan stok, abi duduk disampingku dan bilang sebenernya aku kurang setuju kalau kamu jualan frozen, DEG ok. Jujur disitu pas abi bilang aku sama sekali ga marah.... ga kesel. Tapi kaget, dan apresiasi karena abi udah mau jujur. Buatku mending jujur sekarang dari awal daripada aku udah mulai ditengah jalan baru stop. Hmmmmmm


Baiklah kita jadi deep talk, bener bener deep talk 2jam lebih. Udah lama kita ga deep talk jadi ngeluarin semua unek unek. Apa aja planing ke depan dll. Lalu abi disitu ga cuma ga setuju, tapi udah siapin beberapa opsi yang bisa aku lakuin, karena abi tau aku butuh belajar ngembangin diri keluar rumah. Bukan tipikal yang anak rumahan kaya dia, jadi aku harus eksplore. Kalau yang abi bilang timingku, belum pas untuk start bisnis , dibidang ini terlebih anak anakku yang masih cukup banyak PR nya, butuh perhatian khusus, belum disapih juga toilet training. Karena menurut kami melepaskan anak anak saat sudah mandiri insyallah lebih mudah. Disitu aku mikir...aku juga tipe orang yang butuh rido suami bgt untuk ngelakuin suatu hal, jadi kl aku maksa suami ga rido ya buat apa sia2 gitu yang ada malah nt ada mudorotnya. Jadi ya hari ini tuh lagi adaptasi hatinya, mencoba berdamai ikhlas menerima semua plan yang sudah dibuat tapi harus direvisi bahkan direstart hehehehe :')

gapapa aku harus belajar semua itu butuh proses, seperti tadi siang pas banget hati aku lagi ngga nyaman, terus ibu telpon dengan menyalahkan hal yang padahal aku lagi mencoba ngelawan stressku dengan mengkspresikan diri, aku sampe nge gas aku bilang yah biarin aja, ini cara aku berekspresi supaya gak gila stress. Jujur aku dari kecil hampir gapernah denger kata maaf yang terucap dari ibuku, karena dia selalu menganggap dirinya benar, tidak pernah mau disalahkan, susah untuk dikoreksi. Jadi mau dibilangin dinasehatin pun tidak mudah..

Abi bilang, setiap hari kamu udah berproses tanpa kamu sadari. Anak anak tumbuh kembangnya bagus sehat itu karna kamu yang hebat, huhu aku seneng abi apresiasi kerja ku selama ini . Kalau kamu ngga belajar anak anak gaakan seperti ini, kamu nyiapin games stimulasi itu ga semua ibu bisa ngelakuin hal itu, itu tanda nya kamu berproses, kamu tuh centre dirumah mi. Kalau kamu ga hepi kita semua juga kena impactnya. rumah jadi ga nyaman...anak anak kasian.'

Disitu aku mulai kebuka, hati dan pikiran ku, apasih yang aku kejar ini, tujuan nya apasih aku jualan ini. Passion juga belum kesana, kl disuruh milih ya aku masih lebih milih ngerias. karena itu passion aku, jasa juga apresiasi nya lebih tinggi, secara keuntungan. Kenapa aku nih se begini nya apa sih yang aku kejar jualan juga untungku diawal pasti effort banget cari pelanggan dengan circle yang masih kecil karena temenku belum banyak disini. oh ternyata ini pelarian dari kebingungan ku yang didapatkan setelah dipressure sama ibu, jadi hanya sebuah pelarian aja yang ga jelas tujuannya....'

alhamdulillah sholat hajatku terjawab, pokonya apapun yang aku lakukan aku percaya kalau ini jalanku akan Allah mudahkan, tapi kalau ada jalan yang lain Allah kasih ilham dan petunjuk di waktu yang tepat, pasti pasti apalagi dengan ridho suami. ikhlas itu cukup sulit tapi aku berusaha melewati semua proses hidup ini dengan rasa syukur.....

trimakasih ya Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar