Hi masalaluku...
Hi luka ku...
Aku mencintai diri ini sepenuh hati
Aku mengenalnya dengan sungguh sungguh
Aku yang paling tau diri ini
Tidak ada yang berhak mengatur hidupku kecuali Allah.
Tidak ada siapa pun yang memberikan petunjuk selain kuasa Mu
Aku mencoba jalani hari demi hari dengan rasa syukur ku
Menikmati setiap detiknya dengan setiap nafas yang kuhembus
Jangan sampai karena ambisi lain semata
Kau rusak rasa syukur ku ini
Kau rusak nikmatku ini
Kau biarkan aku larut dalam kecemasan tanpa menenangkan
Kau biarkan aku larut dalam kebingungan " sendirian "
Kau biarkan aku larut dalam kegundahan serta bimbang
Padahal tanggung jawab yg sedang kupikul ini sangatlah besar
Apa kau pahami itu? Apa kau mengerti itu?
Berpuluh tahun ke hidup dalam "luka" yg belum terobati
Ku coba berdiri sendiri ku alihkan luka ini dengan segala energi
Tapi ternyata luka ku tidak mudah pergi.
Bahkan sampai hari ini
Apa kau tidak percaya aku akan berhasil esok hari?
Setiap hari kau menuntutku menjadi seperti apa yg kau mau.
Aku mencoba pahami dan ikuti, walau selama ini aku tak bisa mjd diri sendiri.
Tolong jangan beri aku luka yang ke sekelian kali.
Karena aku tidak ingin ini terulang di anak2ku nanti
Aku akan sangat berusaha berdamai dengan keadaan dan diri sendiri
Aku akan berkerja keras belajar untuk memahami setiap proses yang terjadi di kehidupan ini.
Fokus dengan apa yang aku miliki
Fokus dengan segala sesuatu yg harus betul2 aku syukuri
Jantungku tak berhenti berdebar saat memikirkan hal ini
Kepalaku rasanya berat jika setiap saat harus terisi beban berat
Aku ingin bahagia
Aku hanya ingin hidup tenang nyaman dan bahagia bersama keluarga kecilku. Dan aku cukup bahagia sekarang.
Ku coba syikuri semua yang Allah beri...
Kucoba jalani yang sudah terlewati...
Aku tak ingin menahan rasa ini
Aku tak sanggup jika air mata jatuh setiap hari
Aku harus melepaskan luka yg amat menyiksa ini
Supaya tak mengalir pada anak anakku nanti
Iya..kalau bisa memilih yg ku mau sekarang
Aku tak ingin ada perbincangan tentang ambisinya lagi
Tapi aku tak tau bagaimana harus menyampaikannya karna tipikal orang yang "tak mau mendengar" / tak mau disalahkan.
Tak ada yang mengerti apa yg kurasa juga...
Tapi aku percaya Allah yang maha SEGALANYA mampu meluluhkan hatinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar