Rabu, 26 Oktober 2022

apa yang mau dicari sih sy?

Hmm kalau ngobrol tentang cita cita. Seneng deh. Jadi inget sebelum menikah alhamdulillah Allah kasih banyak sekali pengalaman hidup dimasa muda yang bikin mimpi mimpiku terwujud. Bisa sekolah di salah satu PTN yg bagus dimalang, sambil PPM lalu mendekati semester akhir nyambi jualan & jadi MUA jadi sempat ngerasain payah dan sulitnya mencari rejeki subuh2 berangkat masuk angin hehhee. Tapi it was really fun :) dan gaakan ku lupakan sampai tua nanti. 
Ya, kalau daftar mimpiku sejujurnya masih banyak.. tapi salah satu mimpi besarku yaitu memang dr dulu pengen mjd ibu. Hehe simple ya? Iya kupikir jadi ibu dulu mudah dan menyenangkan ☺️. Tapi.... ternyata seja menjadi ibu hidupku berubah. 

Memang alhamdulillah menyenangkan...aku sangat menikmati tiap waktunya bersama anak2. Tapi...tidak semudah itu ternyata. Dibilang sulit? Ya sulit... tapi aku berusaha seeeemampuku spy bisa menjadi ibu yg terbaik untuk mereka❤️. 

Kalau bisa diputar kembali banyak sekali pengorbanannya. I decided untuk menjadi fulltime mom untuk mereka.. kalau bisa dibilang i dedicated my life for them. Dibilang bucin? Hmm ngga juga sih. In my opinion, insyallah ini mjd keputusan terbaikku yg barokah. Aku ambil keputusan ini ya gaboleh nanggung nanggung. Banyak yg aku korbankan. Dulu my mam pengen bgt aku berkerja jd wanita karir spt beliau. Minimal aku juga bisa berkarya. Mungkin 2 3tahun menikah masih obsessed aku dengan keinginannya.. tapi aku berdoa sambil menjalani keputusan yg aku & suami ambil sambil kami berusaha sepol kemampuan tetap memuliakan ke 4 orgtua kami. 

Iya aku bilang gamau tanggung tanggung kenapa. Karena aku udah dikasih amanah ini sama Allah. Dan aku tau kapasitas diriku sendiri sekuat apa. Aku coba menentukan prioritas. Oke kalau aku kerja apakah tenaga ku masih kuat ngurusin anak? Ok tenaga masih ada. Tapi apa aku bisa ngendaliin rasa lelah dan emosiku dengan stabil. Apa anak ku hanya bisa dapat sisa tenaga ku? Kasian..yak sekali lagi aku syukur diberi sadar sampai mana kapasitas diri sendiri. Dan jujur aku berkaca dari pengalaman. Ya ibu ku wanita karir yang bisa dibilang berhasil dan sukses..lalu sempat postpone pensiun dini dan sekarang mulai aktif kembali. Saat kecil jujur aku merasa kurang dekat dan merasakan kekurangan waktu yg berkualitas dengan ibu. Karna ibu cukup sibuk dan yang aku ingat hanya mendapatkan waktu & tenaga sisa setelah bekerja. Untuk materi alhamdulillah aku berkecukupan bukan berati minta apapun dituruti tapi alhamdulillah cukup dan diupayakan. Aku sangat mengerti kedua orangtuaku bekerja keras untuk aku dan adik adik. Tapi ternyata saat merasakan posisi ini, sebagai seorang anak aku sangat butuh "ibu" yang selalu ada saat aku butuh. Dan alhamdulillah aku sangat bersyukur masih bisa menemukan hal ini sekarang. Bahkan setelah aku menikah. Aku benar benar menemukan "ibuku seutuhnya" beliau selalu ada disaat aku butuh ibu. Ternyata cinta anak itu sederhana, hanya butuh disisi ibu disaat sedih/bahagia. Aku sangat bersyukur semakin dekat dengan ibu setelah menjadi ibu...

Dan aku sangat bersyukur lagi bisa berdamai dengan masa laluku. Bisa semakin mencintai dan mencoba mengerti ibu, sejak menjadi ibu. Aku belajar banyak hal supaya aku bisa berdamai dengan masa lalu. Tapi ternyata obatnya ibuku sendiri. Aku sangat apresiasi ibu, dan teknologi. 
Ibuku bisa dibilang ibu yang uptodate melek teknologi. Terlebihlagi sekarang teori parenting udah publish dan sangaaaat banyak bgt. Dan ibuku masih mau belajar sampai sekarang. Bagiku gak ada kata terlambat sebelum kita masuk ke liang lahat... ibuku terus belajar. Bahkan baru ambil profesi kuliah lagi diusia hampir 60. 
Yang paling bikin bangga, ketika ibuku mau belajar parenting dr awal lagi.. aku taum bgmana ibuku yg dulu ambisius, ga open minded, saklek, egois bgt. Tapi alhamdulillah Allah luluhkan hatinya bisa berubah sangaaaat banyak.. karna apa? Karna ibuku mau belajar. Ibuku mau mencoba mendengar...

Sampai sampai sekarang kalau aku lagi capek bgt ngurus anak2. Obatnya cuma pulang ketemu mama dipijitin mama langsung sehat.

Ajkh mam udah jadi inspirasiky mjd ibu yg hebat..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar