Kamis, 22 September 2022

Resign jadi ibu?

Ironis memang. Resign jadi ibu? Teganya...
Tapi jika kau merasakan betapa perjuangan kami setiap harinya..setiap detik nya...jujur apa kau mampu? 
Kami, 24/7 yang siap siaga menjaga anak anak. Kami yang 24/7 tak ada istirahat, tak ada libur maupun cuti. Kami yang 24/7 siap melayani semua kebutuhan mereka. Dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Kami sakitpun mengurus diri sendiri dan yg lain. Oh iya tidak. Ibu tidak boleh sakit
Lelah yang sangat sampai tak terasa, tau tau badan sudah spt babak belur rasanya. Ooooh begini menjadi ibu... begini cita cita yang kumau sejak ku remaja.

Hampir tiap malam nafasku sesak, asmaku kambuh karna lelah dan suhu yang dingin. Padahal aku alhamdulillah dibantu dengan IRT seminggu 3x itu sangat sangat banyak membantu. Hanya saja kita tidak pernah tau keadaan anak anak, saat kurang fit, ada kalanya rewel, butuh nempel terus, sedang tidak mau ditinggal bahkan maunya gendong terus. Jujur kami bukan robot, kami hanya manusia biasa...yang punya tenaga dan energi terbatas. Yang bisa saja kehabisan energi, yang bisa saja lelah luar biasa. Sungguh, aku butuh istirahat tidur dengan nyenyak... spt malam2 kemarin.

Kerja di perusahaan manapun semua hak tetap ada. Bahkan di perusahaan terbaik di dunia pun kita bisa saja mengajukan resign. 
Tapi tidak untuk seorang ibu, kecuali kita sudah di liang lahat....
Berat bu. Berat sekali menjadi ibu. Buatku pekerjaan yang paling berat adalah menjadi ibu😭

Bu, istirahatlah juga kau lelah..
Tidurlah saat kau butuh recharge energi
Makanlah yang cukup agar kau kuat menghadapi hari
Dan..yg paling penting berbahagialah bu agar kau bisa transfer kebahagiaan pada seisi rumahmu❤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar