Sabtu, 13 Februari 2021

i tried. yes i can...bismillah

Aku terlahir dikeluarga yang produktif. Berusaha though, dengan orangtua yang cukup sibuk dengan pekerjaan mereka. Dan sampai sekarang pun, ketika orangtuaku pensiun mereka masih apply sekolah lagi dan berusaha menjadi produktif melakukan kegiatan sesuatu yang bermanfaat. 

Aku belajar dari hal ini. Mengambil sisi positif nya. Dan hal ini memang mengalir ke darah anak anaknya. Adik ku yang perempuan masih koas, adikku laki2 yang masoh di bangku sma. Aku yakin mereka juga pasti belajar sesuatu.

Aku terbiasa produktif dari sekolah dasar sampai dibangku kuliah. Mencoba berjualan apapun itu aku pernah lakukan, mulai dari jualan baju, kaos, asesoris, lalu alhamdulillah saat sekolah aku beberapa kali menjadi juara (even menyanyi) hehehe dan alhamdulillah bisa berprestasi sampai di provinsi dan juga membawa nama.baik sekolah. Bonusnya diberi kemudahan oleh Allah bisa diterima masuk sekolah favorit di provinsi kami tanpa tes lewat jalur prestasi. Yang sejujurnya tanpa pertolongan Allah, jika hanya mengandalkan prestaso akademik ku kurasa tidak mudah untuk masuk kesekolah tsb. Ya tapi lagi lagi doa orangtua, rejeki kami dan qodar baik yang Allah berikan kamu syukuri.

Ketika mengikuti berbagai lomba dan menjuarainya kami mendapatkan insentif uang prestasi yang alhamdulillah bisa untuk tabungan kami. Lalu akupun juga sempat berjualan saat sma, dan kuliah. Yash aku ingat berjualan baju 2nd hand, pagi siang malam bergantian dengan teman ku, giliran sesuai dgn jadwal kelas kami yg kosong. Dari harga 5rb sampai 30rb kami mencoba belajar. Banyaaak sekali pelajaran berharga saat berdagang. Bahkan dulu ini lapak teman ku, aku hanya ikut bantu berjualan karna ingin belajar, dan ingin waktuku produktif. Dari mulai labelin harga baju, sampai malam2 hujan ikut bazaar, sambil aku jualan makeup, masker, kerudung, dan akhir nya aku nemuin passion untuk jadi MUA. 

Aku ikut kursus, ijin orangtua, mulai ngumpulin asset dikit demi sedikit. Alhamdulillah bertahan selama 3 tahun belakangan ini. Sampai aku ikut kursus 4 x dan terahir kursus rias pengantin. Sampailah pada pandemi ini hmm aku udah sempat dapat tawaran 3x rias pengantin tapi aku belum bisa penuhi itu๐Ÿ˜”๐Ÿ˜ข. Banyak pertimbangan yang di diskusikan dan ga lupa aku sertakan doa dan istirja supaya keputusan nya barokah juga Allah ganti dengan kesempatan dan rejeki yg lebih baik. Amin...

Ya betul saja, ngga lama selang 2 atau 3 bulan Allah berikan rejeki kami diizinkan memiliki rumah baru yang sangat kami syukuri. Lalu, karna 2 th belakangan ini aku berjualan bahan baku MPASI baby. Tapi lagi lagi sejak pandemi terputus karna harus stay 7bulan di rumah mama. Ditambah kami pindah rumah, sehingga kami sama2 mencoba adaptasi dengan lingkungan baru. Sambil belajar dan menganalisa sikon sekitar. 

Hampir 4bulan, cukup jenuh juga dengan aktifitas yang sama. Happy membersamai rafif, tapi aku merasa ada yang hilang. Yaa, aku butuh ruang untuk diriku sendiri. Aku ingin tetap berkarya, menghasilkan manfaat meskipun itu blm banyak.

Setelah diskusi dgn Allah..meminta ilham yg terbaik dan barokah. Ditambah diskusi alot dengan suami. Awalnya aku memiliki beberapa planing, tapi aku saring kembali, aku mencoba fleksibel, tidak ingin membebani diriku sendiri. Apalagi aku memiliki kewajiban lebih yg harus kujaga yaitu anak dan suamiku. Jadi, akhirnya aku mencoba hal baru dalam bidang usaha, yaitu food & beverage. Waaaa so chalenging, so excited....deg degan super. Dan prep nya lumayan juga ya...dengan trial n eror juga. But its so fun :"))) alhamdulillah. 

Fun fact nya baru mulai seminggu ini.. tapi aku bersyukur bisa melawan ke mageran ku, spy lebih produktif. Aku bisa melakukan ini dirumah dengan ttp makesure anakku will be okay sll dlm pengawasan. Ini hal yang belum pernah aku lakuin seumur hidupku yaitu jualan makanan...hhe. but i can do this :")))) dengan support dibalik layar rafif bolak balik minta taster, minta gendong, minta dibikinin makanan juga. Ada abi yang disela sela meeting selesai /sblum meeting ngasuh nemenin nyuapin rafif pas aku ada orderan. Pokonya seruuuuu bgt! Jujur lumayan masih belajar bagi waktu handling rafif pas orderan rame. Makesure supaya dia ga rewel. Tapi aku percaya ini proses buat kami, rafif pun harus belajar spy lebih mandiri. Dan mengerti kalau ini smua untuk kebaikan kita bersama.

Kalau kata abi, smua ada pengorbanannya ya harus belajar tega juga untuk achieve sesuatu. 
U can imagine that, dulu waktu kecil aku ada mbak 3. Sampai aku besar mbakku masih ada yang selalu setia dan ku anggap jd kakakku sendiri. Aku mana pernah menyentuh dapur hehehe, belajar masak? Hmmm mungkin saat nge kost pas kuliah belajar sedikit2 itu pun. Tapi saat rumah tangga, aku bebas eksplorasi. dan abi menerima bahan percobaan masakanku hhe. Bisa bayangkan skarang dapur adalah comfortzone ku, ruang kerjaku.. 
Ya, saat ini aku nyaman. Aku terus belajar supaya bisa menjadi manfaat. 

Segment target diawal ku anak2 yang sekolah di boarding school, tapi maha besar Allah. Segment targetku luas, tiba2 saat aku pulang dari rumah mama. Kosan sebelah rumah penuh oleh guru2 yang hampir tiap hari pesan makanan, dan setiap weekend aku menitipkan makanan jualanku salah satu tetangga komplek yang membuka etalase kantin di.lapangan bola ramai alhamdulillah. Subuh aku menyiapkan makanan tsb, lalu mengantarkan ke kantin. Hmm :) fabi ayyi ala.irobbikuma tukadziban. Disyukuri selalu yaa sy jgn lengah, jgn cepat puas. Terus belajar...terus berbuat baik & terus shodaqoh.

Dan satu lagi... anak dan suamiku tetap prioritas, jangan sampai aku ngejar ini smua jadi kelendran. Jangan sampai anak dan suamiku ga ter urus. Take ur priority 1st.
Bikin evaluasi spy apa yg kurang bsa kamu perbaiki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar