Selasa, 15 Januari 2019

Decission

Topik yang mgga pernah ada habis nya (clap clap) hehehe. Jam 12 teng, tadinya mau langsung tidur tapi kepikiran ini mau nulis bentar deh.

Jadi....dari jaman ke jaman ngga pernah bosen orang orang selalu compare 2 hal ini. Ada yang di kubu A ada yang di kubu B. Ada juga yang netral sih, tapi yah ngga banyak. Ngga semua bisa mengerti..

Jadi ceritanya dulu aku sempet berimajinasi bermimpi jadi karir woman. Hmm jadi apa emang nya? Dulu mau jadi notaris, terus berubah lagi jadi Kerja di kedubes, berubah lagi kerja di perusahaan start up... dan suatu ketika aku pernah nulis di diary jaman remaja. Aku nulis pingin jadi ibu yang berhasil.

hmmm? maksudnya gimana ya.

Ya alhamdulillah aku dikasih kesempatan Allah menimba ilmu sampai dengan S1, bahkan sempet ikt kursus brevet A karena eyang nya anak ku ingin aku bisa jadi wanita karir, yang bekerja dikantoran layaknya beliau waktu dulu.

1 tahun aku coba apply pekerjaan...kok qodarnya belum juga ada yang di approve. Kalau boleh jujur, eang sebetulnya ini berlawanan dengan hati kecil ku, aku ingin jadi pengusaha. Womenpreneur.. sepertinua passion ku disana. Sebetulnya hal ini sudah pernah aku jelaskan di keluarga tapi sepertinya buat mereka pekerjaan ini tidak menjadi sumber pendapatan utama. Sehingga ya disupport tapi tetap obsessed supaya aku bisa "bekerja".

Akhirnya aku bertemu dengan jodohku, seiring waktu berjalan hampir 2 tahun ini hatiku semakin mantap untuk tidak mengambil peran wanita karir, terlebih lagi setelah lahirnya si buah hati. Hmm mungkin orang bilanh ini sebuah alasan klasik, punya anak dan tidak ingin bekerja. Tapi buatku...ini amanah yang harus ku jaga.

Apa itu sama yang dulu diharapkan ayah ibu ku ya? Hmm mungkin tolak ukur keberhasilan nya dengan keluarga kami berbeda. Tapi yasudahlah ngga perlu di perdebatkan hehe aku mengharga dan tetap menghargai menyayangi orangtua ku bagaimana pun itu.

Insyallah aku sudah berniat untuk menjadi full time ibu. Tapi amanah ku ini bukan amanah biasa, keputusan ini juga sudah ku pikirkan dengan matang dan diskusi dgn suami. Karna aku full dirumah, jadi aku berniat mencoba totalitas taking care semua hal untuk anak. Yah aku nggabisa setengah setengah, ini aset investasi akhirat kami berdua, Bahkan saat ini aku sedang ikut kuliah online di Institute Ibu Profesional, karna aku sadar ilmu parenting ku belum ada apa apa nya. Aku butuh ilmu yang banyak di tengah tengah akhir zaman ini, baik ilmu penunjang dunia tentu juga ilmu akhirat.

Aku selalu berdoa minta pada Allah supaya kami bisa mendidik anak2 kami diberikan kemampuan spiritual, fisik, mental & materi supaya kami dapat mensupport buah hati dengan maksimal.. amin..

Bismillah, Kita belajar bareng ya nak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar