Senin, 20 April 2015

Pejuang Mimpi (Poem)

( Maret 2015 , puisi ini ditulis sebagai tugas Akhir semester dek fika yang selalu ngasih tugas tambahan ke kakak nya untuk ngerjain tugas puisi nya sejak SD sampai SMA.....maklum anak IPA sukanya ngitung, dan sang kakak IPS sejati yg alergi sama angka, kecuali sama fulus hehe. Jadi prever ke art blooded, bisnis & nulis hobi nya )

"Pejuang Mimpi"

Ku kencangkan ikat sepatu hitamku
Ku jinjing tas biru yang penuh buku
Tak lupa ku cium kedua tangan ayah dan ibu
Dengan harap doa dan restu mu

Apa kau tau hari ini terakhir kita bertemu?
Sebelum kita dipisahkan oleh jarak dan waktu

Tiba tiba ku dengar langkah kaki yang tak biasa
Langkah kaki yang ceria berubah menjadi dera
Wajah yang penuh tawa berubah menjadi air mata.

Buatku hari ini terlalu berharga untuk bersedih
Tetapi mengapa tangismu tak berdalih?

Menurutku hari ini sangatlah indah
Karena buatku tak pernah ada kata berpisah

Apa kau ingat saat kita merangkai mimpi
Menempuh cita sepenuh hati
Karena ku yakin disuatu saat nanti
Kita dipertemukan kembali oleh sang ilahi

Sampai bertemu lagi, dan jangan pernah berhenti berlari jika kau belum sampai,
duhai pejuang mimpi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar